Selasa, 02 Juni 2026

F. van Mourik dalam Jamuan Rijsttafel di Trawas Mojokerto

Rijsttafel F. van Mourik Bersama Asisten Wedono Trawas tahun 1921

(Sumber: digitalcollections.universiteitleiden.nl)

Di era Hindia Belanda para pejabat dibedakan menjadi dua. Dalam konteks ini merupakan pejabat pemerintahan. Yakni ada pejabat Eropa dan pejabat pribumi. Dalam sumber-sumber kolonial sering disebut Europeesche bestuur atau juga sering disebut Binnenlandsch bestuur, yang terdiri dari pejabat berkebangsaan Eropa. Dan Inlandsche bestuur yakni pejabat pribumi.

Tidak hanya berbeda dalam struktur birokrasinya. Terkadang dalam jamuan makan pun berbeda. Walaupun kursi duduknya terkadang sama, tetapi posisinya jelas berbeda. Seperti terlihat dalam foto F. van Mourik bersama pejabat pribumi di Trawas, Mojokerto. Yang sedang jamuan rijsttafel atau makan nasi bersama. Posisi duduk van Mourik menghadap meja makan panjang sendiri, sedangkan pejabat pribumi saling berhadap-hadapan di meja makan panjang.

Menurut Fadly Rahman, pakar sejarah kuliner dari Universitas Padjadjaran dalam bukunya berjudul Rijsttafel Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial 1870-1942 menyebutkan orang-orang Belanda menyerap kebiasaan masyarakat pribumi, seperti dalam kebiasaan makan. Terlihat dari kebiasaan makan nasi dalam kehidupan sehari-hari rumah tangga Belanda. Bahkan keturunan totok (asli) dan indo terbawa dalam siklus kehidupan orang tua mereka yang lebih condong kepada kehidupan pribumi (2011: 37).

Bukan hanya anak-anak muda pribumi yang menyerap budaya Eropa. Namun orang-orang Eropa pun menyerap budaya pribumi. Suatu kebiasaan budaya yang jarang sekali mendapat tempat dalam penulisan dan pembahasan sejarah.

Saat jamuan rijsttafel tahun 1921 di Trawas, Mojokerto, van Mourik menjabat sebagai Adspirant-Controleur Mojosari, atau aspiran kontrolir Mojosari. Seperti dimuat dalam buku Regerings Almanak voor Nederlandsch Indie 1922, Tweede Gedeelte: Kalender en Personalia (1922: 219). Sebelumnya menjabat Adspirant-Controleur Surabaya (Regerings Almanak, 1921: 212). Jabatan aspiran kontrolir dapat diartikan sebagai pembantu kontrolir.

Pembukaan Sekolah Desa di Mojosari tahun 1921

(Sumber: digitalcollections.universiteitleiden.nl)

Di tahun yang sama, jejak F. van Mourik terlihat saat peresmian pembukaan Dessaschool atau sekolah desa di Mojosari. Bersama istrinya yang bernama A. J. C. van Mourik-Maier. Pada tahun 1922 dimutasi ke Madura. Menjabat sebagai Controleur Sampang (Regerings Almanak, 1923: 215). Saat itu ia mendapatkan promosi atau kenaikan jabatan.

Menjelang berakhirnya kuasa Pemerintah Hindia Belanda, Surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad 29 Mei 1941 memberitakan F. van Mourik yang diangkat sebagai anggota Provinciale Raad van Oost Java, atau anggota Dewan Provinsi Jawa Timur. Yang juga masih menjabat Asisten Residen Ngawi. Kemudian, pada 3 September 1941 dimutasi menjabat Asisten Residen Pasuruan (Regerings Almanak, 1942: 325). Karir tertinggi van Mourik dalam birokrasi kolonial. Hingga runtuhnya Hindia Belanda pada 8 Maret 1942.

1 komentar:

Terima kasih atas komentar Anda. Untuk perbaikan media pembelajaran sejarah populer ini.