Kegiatan COVIM Mojokerto Belajar Menjahit dan Memperbaiki Pakaian tahun 1941
(Sumber: https://www.niod.nl)
Awal hingga medio abad ke-20, banyak terjadi peristiwa besar yang kemudian mengubah banyak hal. Mulai dari krisis ekonomi, wabah mematikan, bahkan perang.
Salah satu perang yang cukup fenomenal dalam sejarah ialah Perang Dunia II. Mulanya perang ini terjadi di Eropa. Kemudian menyulut perang di belahan dunia lainnya. Di kawasan Asia Pasifik terkenal dengan ekspansi Jepang. Sering disebut juga Perang Asia Pasifik, atau Perang Dunia II di front Asia.
Ketika perang berkecamuk di Eropa, Pemerintah Hindia Belanda berupaya menyokong Belanda yang diinvasi Jerman. Tidak hanya menjadikan penduduk pribumi sebagai tentara. Namun dukungan berupa dana perang.
Sumbangan Dana Perang Bulan Juni 1940
(Sumber: Soerabaijasch Handelsblad 13 Juli 1940)
Termasuk membangun kewaspadaan jikalau perang terjadi di Hindia Belanda. Untuk itu pada sekitar bulan September 1939 dibentuk Comité voor Vrouwenarbeid in Mobilisatietijd (COVIM). Secara umum dapat diartikan sebagai komite untuk mobilisasi kaum perempuan.
Informasi tentang COVIM di Mojokerto dimuat dalam surat kabar Soerabaiasch Handelsblad 12 Juni 1940. Diberitakan komite pusat dari COVIM Mojokerto baru saja dibentuk. Sebelumnya telah dilakukan pendaftaran perempuan di Mojokerto. Organisasi ini di bawah pimpinan Nyonya Van Werkum, istri Asisten Residen Mojokerto.
Dalam buku tulisan Fendy Suhartanto berjudul Mojokerto 1838-1942 Penataan Wilayah Kabupaten di Bawah Kuasa Pemerintah Hindia Belanda, saat itu yang menjabat sebagai Asisten Residen Mojokerto ialah Mr. H. D. van Werkum. Sekaligus merangkap jabatan sebagai Walikota Mojokerto. Mulai menjabat asisten residen dan walikota sejak tahun 1940. Bahkan pada awal tahun 1942 masih menjabat. Beberapa bulan sebelum kedatangan Jepang di Jawa (2025: 220).
Pemberitaan Dibentuknya COVIM Mojokerto tahun 1940
(Sumber: Soerabaiasch Handelsblad 12 Juni 1940)
Dalam suatu pertemuan COVIM Mojokerto, Nyonya Van Werkum mengatakan perlunya mempertahankan tanah air. Akibat perang di negeri Belanda, ratu harus melarikan diri ke Inggris. Walaupun mengalami masa-masa sulit, kita tidak boleh kehilangan semangat. Sebisa mungkin membantu tentara yang sedang berperang. Nyonya Van Werkum juga mengatakan untungnya situasi di Pasifik tetap aman dan tidak ada kekhawatiran, tulis Soerabaiasch Handelsblad 12 Juni 1940.
Setahun berikutnya, apa yang disampaikan Nyonya Van Werkum tidak sejalan kenyataan. Ketika 7 Desember 1941 Jepang membombardir pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii. Perang Asia Pasifik telah dimulai. Keadaan di Hindia Belanda mulai nampak gelisah. Jepang dalam waktu dekat pasti akan menyerang Hindia Belanda.
Untuk mempersiapkan mobilisasi kaum perempuan, COVIM Mojokerto melaksanakan berbagai kegiatan. Seperti dimuat dalam surat kabar De Indische Courant 26 April 1941. Antara lain mempelajari tentang Lucht Bescherming Dienst (LBD) atau semacam pertahanan sipil serangan udara, kebiasaan hidup sehat, mengenal kota dan transportasi perkotaan, penitipan dan perawatan anak, serta Eerste Hulp bij Ongelukken (EHBO) atau pertolongan pertama pada kecelakaan. Pelajaran tersebut disampaikan dalam Bahasa Melayu, terutama untuk penduduk pribumi dan Cina.
Berbagai macam kursus dan pelatihan tersebut, untuk mempersiapkan kaum perempuan dalam menghadapi perang.
Pada pertengahan Januari 1942, surat kabar De Indische Courant 19 Januari 1942 memberitakan para pengungsi telah berdatangan di Mojokerto. Pengurus COVIM Mojokerto memerintahkan kepada para anggota dengan sukarela untuk membantu para pengungsi.
COVIM Mojokerto mendapat tugas mengumpulkan berbagai perbekalan. Mulai dari handuk, baskom cuci, mentega kaleng, sabun, dan lain-lain. Perbekalan diserahkan ke Societeit Concordia Mojokerto, tulis surat kabar Soerabaijasch Handelsblad 3 Februari 1942.
Sebulan kemudian, tepatnya pada 8 Maret 1942, Pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada Jepang. Melalui suatu upacara penyerahan di Kalijati, Subang, Jawa Barat.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar Anda. Untuk perbaikan media pembelajaran sejarah populer ini.